Penyaluran Dana

Penyaluran Dana (Pembiayaan / Lending / Finance)

Pembiayaan Syariah adalah pembiayaan yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja atau usaha, pemenuhan kebutuhan hidup (pembelian rumah tinggal, tanah, kendaraan, pendidikan anak, dll) bagi usaha mikro dan kecil dengan akad-akad syariah.

 

Keunggulan:

  • Proses lebih cepat.
  • Untuk pelunasan dipercepat, tidak ada penalty.
  • Biaya admin sesuai biaya riil, tidak ada biaya provisi.
  • Tidak ada denda keterlambatan.
  • Plafond mulai dari Rp2.000.000,- sampai Rp200.000.000,-
  • Jangka waktu maksimal 5 tahun

 

Persyaratan:

  • Telah menjadi Anggota BMT Al-Fath IKMI dengan membuka simpanan anggota minimal Rp25.000,-
  • Bagi wirausaha, usaha harus telah berjalan minimal 1 tahun.
  • Mengisi formulir Permohonan Pembiayaan dengan melampirkan:
    1. Fotocopy KTP 3 lembar suami dan istri, KK, dan Surat Nikah.
    2. Pas Foto berwarna terbaru ukuran 3x4, suami dan istri, @2 lembar.
    3. Fotocopy jaminan (BPKB+STNK, SHM, SHGB +SPT PBB)
    4. Bagi pegawai tambah fotocopy SK pegawai, slip gaji 3 bulan terakhir atau mutasi buku bank.

 

Mekanisme Proses Pembiayaan:

Alur Proses Pembiayaan

 

PRODUK PEMBIAYAAN

I. Prinsip Bagi Hasil

  1. Akad Mudharabah
    • Yakni akad kerjasama usaha. Sumber modal 100% dari BMT, dan pengelolaan usaha oleh Anggota.
    • Keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah kesepakatan.
    • Jika rugi bukan karena salah kelola, maka kerugian ditanggung bersama. BMT menanggung rugi Modal, Anggota menanggung rugi tenaga dan waktu.
    • Tidak ada denda keterlambatan.
  2. Akad Musyarakah
    • Yakni akad kerjasama usaha. Sumber modal dari 2 pihak: BMT dan Anggota.
    • Keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah kesepakatan.
    • Jika rugi bukan karena salah kelola, maka kerugian ditanggung bersama sesuai porsi modal.
    • Tidak ada denda keterlambatan.

II. Prinsip Sewa

  1. Akad Ijarah
    Yaitu akad sewa menyewa barang atau jasa antara BMT AL FATH dan Anggota. BMT AL FATH menyewakan jasa atau barang kepada Anggota dengan harga sewa yang telah disepakati dan diangsur selama jangka waktu tertentu.
    • Yakni akad sewa menyewa manfaat suatu barang/jasa, antara BMT dan Anggota seharga perolehan ditambah ujroh/fee dengan pembayaran sewa diangsur sesuai dengan kesepakatan.
    • Harga sewa tetap sampai dengan pelunasan sewa.
    • Tidak ada denda keterlambatan.

III. Prinsip Jual Beli

  1. Akad Murabahah
    • Yakni akad jual beli barang antara BMT dan Anggota seharga perolehan ditambah keuntungan/margin yang disepakati oleh kedua belah pihak, dengan pembayaran diangsur sesuai dengan kesepakatan.
    • Harga jual tetap sampai dengan pelunasan sewa.
    • Tidak ada denda keterlambatan.
    • Ilustrasi Harga Jual & Angsuran Murabahah:
       
      Harga Perolehan  Harga Jual dan Angsuran dalam Jangka Waktu
        12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan 48 Bulan
       10.000.000  1.033.000     616.000     477.000  
       20.000.000  2.066.000  1.233.000     955.500  
       30.000.000  3.100.000  1.850.000  1.433.000  1.225.000
       40.000.000  4.133.000  2.467.000  1.911.000  1.633.000
       50.000.000  5.167.000  3.083.000  2.389.000  2.042.000
       60.000.000  6.200.000  3.700.000  2.867.000  2.450.000
       70.000.000  7.233.000  4.317.000  3.344.000  2.858.000
       80.000.000  8.267.000  4.933.000  3.822.000  3.267.000
       100.000.000 10.333.000  6.167.000  4.778.000  4.083.000

       
  2. Akad Istishna
    • Yakni akad jual beli barang antara BMT AL FATH IKMI dan Anggota seharga perolehan ditambah keuntungan/margin yang disepakati oleh kedua belah pihak dan diangsur sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.
    • Objek barang harus jelas spesifikasinya.
    • Barang harus melalui proses produksi.
    • Harga jual tetap sampai dengan pelunasan.
    • Tidak ada denda keterlambatan.